Senin, 05 Agustus 2013

Cara Membuat Aplikasi Android dengan Eclips

Cara membuat project android di IDE sebenarnya cukup sederhana. Dengan catatan, semua step-step yang dibutuhkan seperti, instalasi SDK, emulator, dan juga plugin android di eclipse, sudah selesai dilakukan. Kalau belum, halaman referensi instalasi SDK android tersedia untuk anda. Setelah semua itu dipersiapkan, mari kita mulai membuat project baru, caranya sebagai berikut:
1. Jalankan eclipse, lalu menuju ke File » New » Project...
2. Pilih Android Project, lalu tekan Next >
3. Isikan nama project yang anda inginkan dan di mana anda ingin menyimpan source project tersebut, lalu tekan Next >
4. Pilih build target yang anda inginkan. Kalau kosong, berarti perlu menambahkan terlebih dahulu.
 Caranya:
1. Buka menu Window » Android SDK Manager
2. Pilih paket dan build target yang ingin anda gunakan
3. Terima lisensi yang diberikan
4. Bersabarlah menunggu proses download dan install paket. Setelah itu, restart enclipse dan build target yang anda pilih tadi, akan tersedia untuk digunakan.
5. Isikan beberapa info yang dibutuhkan.
 Diantaranya:
o Application Name: Nama project yang anda inginkan
o Package Name: Akan digunakan oleh android market, sebagai unique identifier dari aplikasi anda
o Create Activity: Langsung buat satu activity utama (yang akan langsung dijalan saat aplikasi dibuka di device)
o Minimum SDK: target platform paling kecil yang akan disupport aplikasi anda Setelah semua itu diisi, selanjutnya tekan Finish Ini adalah isi dari activity yang dibuatkan oleh eclipse, kalau anda memilih untuk membuat activity utama, di step sebelumnya. Dan ini adalah definisi layout yang menyertai activity di atas. Juga otomatis dibuatkan, bila anda memilih untuk membuat activity utama. Berikut ini tampilan aplikasi, bila dijalankan di emulator atau device. Sekian tutorial kali ini, nantikan tutorial-tutorial yang lebih berbobot, berikutnya.

Download Contoh Program Pemesanan tiket Pesawat DISINI

Minggu, 17 Maret 2013

Perbedaan Java SE, Java ME, dan Java EE serta JDK dan JRE


Bagi para pemula bahasa pemrogramman Java, proses mengunduh paket bahasa pemrogramman Java cukup membingungkan. Java SDK (Software Development Kit) yang mana perlu di-unduh? Java SE (Standard Edition), Java ME (Micro Edition), kadang disebut (Mobile Edition) ataukah Java EE (Enterprise Edition)? Jikalau ingin membuat aplikasi untuk kantor, apakah cukup tepat jika saya mengunduh Java EE untuk belajar membuat aplikasi tersebut? Apakah standard edition “hanya” memuat aplikasi terbatas [namanya juga standar]. Apakah nanti tidak bermasalah jika awalnya saya menggunakan Java SE dan baru nanti menggunakan Java EE? Apakah JRE (Java Runtime Environment) perlu diinstall terpisah ?
Jika anda mulai belajar Java, gunakanlah Java SE. Java SE bukan berarti Java dengan kemampuan terbatas. Standard disini lebih dalam arti bundel paket fundamental Java, bukan batasan dalam arti fasilitas yang serba kurang.
Berikut ini kutipan dari website Java tentang Java SE:
“Java Platform, Standard Edition (disebut juga Java 2 Platform) lets you develop and deploy Java applications on desktops and servers, as well as today’s demanding Embedded and Real-Time environments. Java SE includes classes that support the development of Java Web Services and provides the foundation for Java Platform, Enterprise Edition (Java EE).”
Artinya:
“Java Platform, Standard Edition (Juga disebut Java 2 Platform) memungkinkan Anda mengembangkan dan menyebarkan aplikasi Java pada desktop dan server, serta hari ini menuntut Embedded dan lingkungan Real-Time. Java SE meliputi kelas yang mendukung pengembangan Java Web Services dan memberikan dasar untuk Java Platform, Enterprise Edition (Java EE).”
Jika demikian, apakah bisa jika kita langsung memilih paket Netbeans/Eclipse + Java SE misalnya? Jawabnya, bisa saja, meski instalasi secara terpisah-pun tidak apa-apa. Tentu saja Java SE harus diinstall lebih dahulu, setelah itu Netbeans/Eclipse menyusul.
Java EE biasanya sudah dibundel pada paket development tools maupun application server yang kita gunakan. Netbeans, Sun Java Creator atau Eclipse bisa secara paket menyertakannya.
Java ME sesuai dengan namanya ditujukan untuk aplikasi embedded pada mobile/micro devices, seperti PDA, HP, Barcode Scanner/PDT (Portable Data Terminal) dll.
Lalu apa perbedaan paket Java antara JRE dan JDK? Mana yang harus diinstal?
JRE adalah paket lingkungan yang dibutuhkan jika ingin menjalankan aplikasi Java. Jika kita hanya ingin menjalankan aplikasi Java tanpa membuat atau mengubahnya, kita tidak perlu melakukan instalasi Java SDK. Yang diperlukan hanyalah JRE ini.
Jika kita melakukan instalasi Java SDK, kita tidak perlu melakukan instalasi JRE, karena JRE ini sudah dibundel dalam Java SDK.
Dengan pemahaman yang jelas mengenai perbedaan masing-masing Java SDK, kita bisa belajar Java dengan lebih tenang dan nyaman.

Download materi J2ME DISINI

Perbedaan JRE dengan JDK

Ada beberapa Istilah yang kerapa kita pakai di Java namun mungkin membingungkan biasanya ketika kita mau melakukan instalasi, misalnya saja antara JDK dan JRE berikut penjabarannya :
Biasanya Paket Tools JRE dan JDK ini berkumpul jadi satu dalam SDK ( kumpulan dari tools yang dibutuhkan untuk membuat serta menjalankan program).

Perbedaan JDK, JRE, JVM & SDK

Keempat istilah ini mungkin seringkali membuat para pengguna Java menjadi sedikit bingung. Apa sih sebenernya masing-masing JDK, JRE, JVM & SDK itu?  ini dia..

1. JVM (Java Virtual Machine)
JVMadalah merupakan jantung dari Java Platform. JVM ini adalah pihak yang bertanggung jawab untuk mengeksekusi program Java menjadi bahasa mesin untuk diproses oleh prosesor. JVM mampu menerjemahkan code-code Java ke hampir semua platform. JVM ini-lah yang membuat Java "write once, run everywhere" alias multi-platform

2. JRE (Java Runtime Environment)
JRE adalah sesuatu yang memungkinkan sebuah program Java dapat berjalan di mesin Anda. JRE ini mengeksekusi binary-binary dari class-class dan mengirimnya ke JVM untuk diproses lagi ke prosesor. Setiap JRE pasti memiliki sebuah JVM di dalamnya untuk melakukan pemrosesan selanjutnya

3. JDK (Java Development Kit)
Seperti namanya, JDK adalah semacam kotak peralatan (kit) yang digunakan untuk development. JDK ini berguna saat Anda menulis code program. Seperti halnya JRE, JDK juga memiliki JVM di dalamnya.

4. SDK (Software Development Kit)
Ini lain lagi ceritanya. SDK ini biasanya adalah kumpulan dari tools yang dibutuhkan untuk membuat serta menjalankan program. Jadi di dalam SDK itu ada JDK-nya, ada JRE-nya serta mungkin IDE-nya juga.

Jadi kesimpulannya:
- JVM ada di dalam JRE
- JVM ada di dalam JDK juga
- JRE untuk "membaca" program Java
- JDK untuk "menulis" program Java
- SDK umumnya berisi JDK & JRE

semoga bermanrfaat

Pemrosesan Data Spasial



1.1  MEMBUAT TITIK KOORDINAT
  1. Buka GOOGLE MAP, kemudian cari peta daerah kanjuruhan
  2. Buatlah 3 titik koordinat :
                              1.titk koordinat pada OMEGA
                              2. titk koordinat pada UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG
                                    3. titk koordinat pada MAKAM KEBONSARI 2
  1.  Kemudian simpan dalam bntuk data excel
x
y
keterangan
-8.007578
112.619476
universitas kanjuruhan malang
-8.000396
112.618382
omega
-8.006197
112.62439
makam kebonsari 2

  1. Print screen gambar yang telah kita ambil 3 koorrdinat tersebut

  1. Buatlah folder khusus untuk menyimpan project ini. Contoh nama folder  workshop” .
1.2 MEMBUKA ARC MAP
ArcMap adalah bagian dari ArcGIS yang dapat dijalankan dengan tahapan sebagai berikut :
1.      Klik pada tombol Start
2.      Cari All Program
3.      Klik pada ArcGis
4.      Klik pada ArcMap
5.      Pada saat ArcMap dijalankan, maka akan terlihat kotak dialog Startup yang akan memberi pilihan untuk memulai sebuah sesi pekerjaan. Kita dapat memilih antara lain: membuka Project baru (open new map), membuka format yang telah disediakan (template), atau membuka sebuah Project document yang telah ada atau Project yang telah dibuat sebelumnya.
Pilih A new empty map klik OK
Kemudian klik tools pada toolbar dan pilih Add XY Data

Kemudian pilih data koordinat yang sudah kita simpa didalam folder workshop
1.     Kemudian Tekan tombol Select, sehingga muncul window “Browse for Coordinat System”, kemudian pilih Geogra Coordinate Systems seperti gambar berikut. Kita tentukan system koordinatnya WGS 1984.prj.


Makan akan muncul titik-titik koordinat yang kita buat sebelumnya
1.3 MEMBUAT LAYER/ SHAPEFILE
Langkah-langkah untuk memulai digitasi onscreen adalah sebagai berikut :
1.      Identifikasi terlebih dahulu objek-objek yang akan didigitasi.
2.      Setelah objek teridentifikasi, buatlah shapefile untuk masing-masing kategori objek melalui ArcCatalog. Buka ArcCatalog, klik menu ArcCatalog di menu toolbar.

  1. Setelah ArcCatalog terbuka, masuklah ke dalam folder dimana shapefile yang akan dibuat ingin disimpan. Pada contoh berikut kita akan menyimpan shape file yang akan dibuat pada folder “workshop” di drive D. 
3.      Klik kanan window sebelah kanan ArcCatalog, kemudian akan muncul beberapa pilihan, kemudian klik New>Shapefile.
4.      Kemudian akan muncul “Create New Shapefile”. Isi nama shapefile yang akan dibuat di text box Name, dan tentukan jenis feature(Feature Type) di dropdown list Feature Type.
5.      Misalkan Anda akan mendigitasi objek jalan, maka isikan  “Jalan” dalam text box Name, kemudian pilih Polyline di dropdown list Feature Type sebagai jenis feature-nya.
2.1 MENENTUKAN SISTEM KOORDINAT SHAPE FILE
2.     Untuk menentukan sistem koordinat shapefile yang akan dibuat, tekan tombol Edit, kemudian akan muncul window “Spatial Reference Properties” seperti tampak pada gambar di bawah ini:

3.     Tekan tombol Select, sehingga muncul window “Browse for Coordinat System”, kemudian pilih Geogra Coordinate Systems seperti gambar berikut. Kita tentukan system koordinatnya WGS 1984.prj.


4.     Apabila shape file telah berhasil dibuat, akan tampak di window kanan Arc Catalog.
5.     Masukkan peta analog digital dengan klik Add Data ,misalnya : file gambar.JPG



6.     Aktifkan toolbar Georeferencing. Klik kanan pada toolbar dan pilih Georeferencing.

Akan muncul toolbar georeferencing di layar

7.     Klik Tool georeferencing > fit to display,
maka image dan basis data bisa ditampilkan secara bersamaan/overlay tapi image masih belum sesuai atau sejajar dengan basis data.


Untuk data lengkapnya silahkan download DISINI

Sistem Aplikasi Mobile




Mengenal Macam-Macam Sistem Operasi Smartphone

Sama halnya dengan sistem operasi yang sering kita gunakan, tidak hanya Windows saja, tetapi ada juga MacOS ataupun Ubuntu dan lain sebagainya. Smartphone atau pun table juga memiliki sistem operasi yang powerfull untuk mendukung beragam aplikasi dan kebutuhan penggunanya.

Kadang masalah ini menjadi utama bagi kita ketika hendak membeli ponsel. Sering dibingungkan untuk memilih "ponsel dengan sistem operasi apa yang cocok untuk saya?“. Mungkin dahulu ketika pilihan ponsel tidak banyak menggunakan sistem operasi, kita hanya terpaku pada ponsel dengan brand Nokia saja. Tetapi nampaknya sekarang para “ponsel pintar” mulai bermunculan untuk di jadikan pilihan tepat. Mari kita simak beberapa pilihan sistem operasi yang bisa kita pertimbangkan.

Symbian

Nokia adalah salah satu merk lawas yang hampir semua orang sudah mengetahuinya. Di Indonesia ponsel Nokia sempat merajai pangsa pasar penjualan ponsel. Symbian juga bukanlah sistem operasi yang open source, tetapi karna diperlukan API sehingga banyak pihak developer yang salah meng-artikan bahwa source code nya tidak di distribusikan secara bebas.

Salah satu ke unggulan nya adalah dapat di jalankan dengan multi-tasking. Saat ini Symbian juga sudah sampai pada versi Symbian Belle, yang merupakan versi paling baru dan dapat di temui dalam Nokia 600 dan 700.


BASK : SYMBIAN
IDR pengembangan : Qt Creator
Pengembangan Qt Creator : satu dua kalimat screenshot


webOS

webOS adalah sistem operasi mobile untuk beberapa perangkat ponsel, smartphone dan komputer tablet. webOS berbasis linux kernel yang awalnya yang dikembangkan oleh Palm, namun kemudian diakuisisi oleh Hewlett-Packard dengan nilai 1,2 milliar yang kemudian lebih dikenal dengan HP webOS. webOS diperkenalkan tahun 2009. Beberapa perangkat yang menjalankan webOS diantaranya smartphone HP Veer dan HP Pree 3. Sementara untuk perangkat komputer tablet adalah HP Touch Pad. Namun sayangnya perangkat dengan platform webOS kurang laku dipasar bahkan pihak HP menghentikan pembuatan perangkat keras tersebut. Hingga issu yang beredar bahwa di tahun 2011 Samsung akan mengakuisisi webOS namun kabar tersebut disangkal oleh Manajemen Samsung.

Windows Phone

Tidak hanya membuat sistem operasi untuk kebutuhan dekstop, Microsoft juga ikut bersaing dalam sistem operasi mobile. Versi terbaru OS buatan Microsoft ini adalah Windows Phone 8 yang akan berjalan di atas kernel Windows NT, yang biasa digunakan untuk segmen entreprise.

Nokia dan HTC adalah dua dari sekian vendor gadget yang menggunakan OS ini. Jajaran ponsel Nokia yang menggunakan OS Windows Phone adalah seri Lumia. Sedangkan beberapa seri smartphone HTC yang memakai OS ini adalah HTC Zenith, HTC Accord dan HTC Rio.


Ubuntu Mobile

Hadir sebagai pesaing Android dan iOS, perangkat berbasis Ubuntu untuk perangkat mobile ini disebutkan akan hadir dengan harga yang terjangkau. Ubuntu versi ini telah didesain agar tetap mampu bekerja di perangkat entry-level sekalipun.

Ubuntu untuk mobile ini hadir dengan kernel dan driver yang sama dengan sistem operasi buatan Google, Android. Hal ini bisa jadi sangat menguntungkan bagi pihak pengembang. Mereka tidak perlu lagi membangun atau menulis kode aplikasi dari awal.

Linux Ubuntu untuk mobile ini akan tersedia dari entry-level hingga high-end. Yang dimaksud entry-level di sini memiliki spesifikasi minimum prosesor Cortex A9 1GHz dan RAM 512MB. Sedangkan untuk high-end dengan spesifikasi minimum prosesor Quad-core A9 dan RAM 1GB.

Sistem operasi Linux Ubuntu ini sudah mendukung prosesor berbasis ARM dan x86. Dengan dukungan tersebut, perangkat ini bisa menggunakan prosesor PC, seperti Intel Atom.


Jadi pilihlah type ponsel yang sesuai dengan kriteria kamu. Bila mengutamakan desain dan multimedia, tidak salahnya Anda mencoba iPhone. Tetapi jika kamu adalah seseorang yang “gadget“, Android mrupakan pilihan tepat. Tidak bermaksud menjatuhkan OS lainnya, tetapi dari angka penjualan iPhone dan Android masih menjadi raja pasar.


Android


Sekarang ini segala penjuru dunia pengguna gadget sudah mengenal Android. Android di kembangkan berdasarkan sistem kernel linux sehingga di kategorikan dalam sistem operasi yang bersifat terbuka. Semua vendor ponsel ternama untuk sekarang sudah menggunakan Android sebagai OS nya. Di Indonesia sendiri ponsel Android terkenal laris manis.


Bada

Bada adalah sebuah mobile operating System yang telah dikembangkan oleh Samsung Elektronics. OS ini di desain untuk high-end smartphones dan lower-end feature phones. Samsung menklaim bahwa Bada akan menggantikan tempat di dunia property feature phone platform, menggantikan feature phones menjadi smartphones. Nama ‘Bada’ Sendiri di ambil dari bahasa Korea yang berarti laut atau samudera.

Samsung memperkenalkan platform Bada pada 10 November 2009. Setelah peluncuran, banyak perusahaan seperti Twitter, EA, Capcom, Gameloft dan Blockbuster menunjukan dukungan mereka kepada platform Bada. Setelah memperkenalkan, Wave S8500 yang di pamerkan pertama kali di Mobile world Congress 2010 di Spanyol pada bulan Febuari. Pada saat yang bersamaan di demonstrasikan aplikasi yang berjalan di Bada untuk pertama kali seperti Asphalt 5 oleh Gameloft.



Blackberry OS

Di Indonesia, Blackberry memang di akui cukup laris manis angka penjualannya. Tetapi di luar Indonesia ponsel ini mulai mengalami penurunan pasar. Blackberry OS mempunyai keunggulan pada fiturnya yang bernama Blackberry Messenger yaitu pesan instant sesama pengguna perangkat Blackberry.

Bagi seseorang yang bekerja di perusahaan, Blackberry juga mempunyai Push E-mail untuk mempermudah mengcek E-mail yang masuk dari kantor tanpa harus membukanya dari PC.


Firefox OS

Mozilla, perusahaan yang mengembangkan aplikasi peramban (browser) Firefox, berencana untuk membuat sistem operasi kode sumber terbuka (open source) untuk perangkat mobile bernama Firefox OS. Mozilla berharap, perangkat perdana dengan Firefox OS akan dirilis tahun 2013.

Segenap dukungan telah didapatkan Mozilla untuk proyek Firefox OS. Produsen perangkat mobile ZTE dan TCL, yang keduanya berasal dari China, siap memproduksi perangkat bersistem operasi Firefox OS.

Mozilla mengatakan, Firefox OS akan menjadi ekosistem mobile yang sepenuhnya terbuka. Dibangun sepenuhnya pada standar web terbuka dan aplikasi yang dikembangkan dengan teknologi HTML5. Sedikit banyak, Firefox OS akan bersaing dengan Android karena keduanya sama-sama bersifat terbuka (open source) dan bisa digunakan secara gratis oleh vendor ponsel.


iOS

Tentunya kita sudah tak asing lagi dengan device yang bernama iPhone. Benar, iOS adalah sistem operasi yang hanya bisa di temui pada perangkat pabrikan Apple Inc. iOS merupakan sistem operasi yang di kembangkan dari Mac OS X. iOS juga merupakan sistem oprasi yang open source di bawah naungan Apple Public Source License (APSL). Di iOS terdapat abstraction layers, Core OS layers, Core Service layers, Media layers, Cocoua Touch Layers.

iOS juga terkenal akan SIRI yaitu sejenis voice command yang terkenal akan ke akuratan nya. iOS juga memiliki interface yang sangat elegan. Pada versi terbaru, terdapat perubahan baru dan “penambalan” atas bug, terdapat juga iMessage yang merupakan instant messenger bagi sesama pengguna IOS.


MeeGo


MeeGo adalah sebuah sistem operasi mobile yang berbasis linux dan sebuah proyek open source alias gratis. MeeGo dikembangkan untuk berbagai perangkat keras seperti netbook, komputer tablet, nettops (dekstop komputer yang berbentuk lebih kecil), in-vehicle infotaiment devices (perangkat infotaiment dalam kendaraan), smartTV, smartphone dan lain sebagainya. MeeGo OS merupakan OS yang terhitung baru dan diperkenalkan pada Mobile World Congress tahun 2010 dan yang memperkenalkan adalah Intel dan Nokia.



Palm Os

Palm OS merupakan sistem operasi smartphone dan PDA yang dikembangkan oleh Palm Inc. pada tahun 1996. Palm OS diciptakan untuk memberikan kemudahan kepada penggunanya ketika digunakan dengan user interface yang berbasis touchscreen.

Saat ini, versi berlisensi dari merek dagang Palm OS berubah menjadi OS Garnet dengan versi terbarunya Palm OS Garnet 5.4.9. Palm OS awalnya dikembangkan di bawah komando Jeff Hawkins dari palmComputing, Inc. lalu kemudian diakuisisi oleh US Robotic Corp dan akhirnya dibeli oleh 3Com. Pada bulan Januari 2002 silam, Palm mendirikan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki untuk dikembangkan dengan lisensi Palm OS yang dinamakan dengan PalmSource. Tahun 2007 tepatnya pada tanggal 25 Januari, ACCESS mengumumkan perubahan nama sistem Palm dari Palm OS menjadi OS Garnet hingga sekarang ini.


 download materi DISINI